BUSSINESS ETHIC : ETIKA MANUSIA LINGKUNGAN DAN ALAM & STUDI KASUS PENANGKAPAN IKAN DAN EKSPLOITASI LAUT DI NEW ENGLAND

MENGAPA STUDI ETIKA?

why ethics?

why ethics?

Anda tahu ” hal yang benar “untuk dilakukan dan bagaimana melakukannya, tetapi Anda benar-benar tidak ingin melakukannya karena konsekuensi yang mengerikan untuk kepentingan Anda. Selain itu  Anda tahu apa yang harus dilakukan, tetapi Anda tidak yakin apa artinya akan terbaik mencapai tujuan. Anda benar-benar tidak tahu apa yang benar. Anda mungkin memiliki pendapat yang kuat, tetapi dalam berurusan dengan orang-orang yang sama yakin di sisi lain, Anda memiliki perasaan tidak enak ini yang mungkin tidak ada jawaban yang tepat sama sekali. Dengan keberuntungan, Anda tidak akan pernah menemukan kasus seperti yang di atas, tapi kami tidak bisa mengandalkan semacam keberuntungan. Dilema menggambarkan beberapa alasan mengapa Anda harus ingin belajar etika:

  1. Pikiran manusia memiliki orientasi yang kuat untuk mempercepat kesimpulan dan menyelesaikan masalah. Tapi itu tidak selalu ide yang terbaik. Untuk setiap masalah yang kompleks, ada solusi yang sederhana. Etika akan membantu Anda menangani kompleksitas.
  2. Prinsip-prinsip etika kadang-kadang menimbulkan konflik. Kita  akan menghabiskan seluruh bagian tentang mengapa ini harus menjadi kenyataan. Ketika mereka lakukan prinsip etika maka akan memecahkan masalah. Ketika Anda tahu dua hal yang bertentangan satu sama lain, Anda harus memiliki beberapa metode analisis untuk melihat dimana konflik terletak dan di mana solusi mungkin berasal dari.
  3. Aplikasi prinsip berubah, perlahan tapi pasti. Apakah  praktek etika akan diterima, dalam hubungannya dengan lingkungan. Pada awal abad kedua puluh, pabrik dibangun di samping sungai sehingga mereka bisa mengosongkan produk limbah mereka tanpa biaya. Sekarang, sungai menjadi menyempit dan akan menimbulkan bahaya. Penduduk sekitar melaksanakan penanaman tumbuhan untuk menyelamatkan sungai mereka.
  4. Jika Anda berada dalam bisnis, Anda mungkin memegang beberapa kode  moral Kode yang memiliki sedikit hubungannya dengan satu sama lain: satu untuk mengatur departemen Anda, satu untuk mengatur hidup dalam rumah tangga , dan satu untuk menginformasikan kehidupan kita sebagai warga negara. Tapi dalam bebearapa tempat kita akan menjadi diri kita sendiri bukan bagian dari suatu kelompok.
  5. Sering kali kita  harus membuat keputusan dalam kehidupan kerja yang memiliki implikasi etis yang serius. Dalam moment krisis saat ini, mudah untuk melupakan  aspek terpusat dari situasi dan keputusan yang harus dibuat. Itu selalu ide yang baik untuk memiliki daftar dari pertimbangan moral penting yang harus masuk ke dalam keputusan.

FILOSOFI ETIKA : MEMPERTAHANKAN PENDAPAT
Etika adalah studi moralitas dan perilaku manusia yang mencoba untuk mengaplikasikan  dari kode moral kita dan tradisi keyakinan dasar kita, konsep di mana semua moralitas akhirnya bersandar. . Belajar etika maka kita akan berbicara tentang nilai moral tentang bagaimana kita mengeluarkan pendapat, bagaimana kita dalam memberikan alasan, macam-macam alasan yang berpengaruh selama adanya diskusi dan bagaimana kita tahu
bahwa kita akan mendapatkan kesimpulan yang tepat. KOSAKATA DALAM KAMUS ETIKA
Moral atau Moralitas : Aturan yang mengatur perilaku manusia kepada manusia
Contoh:
Tidak menyakiti perasaan orang
Tidak berbohong
Nilai : keinginan yang diharapkan oleh orang dan apa yang mereka inginkan untuk berkembang dan mencapai setiap tujuan yang mereka inginkan
Contoh :
Kesehatan
Kekayaan
Kebahagiaan
Kebajikan : kondisi pada setiap manusia yang menginginkan kebaikan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain di sekitarnya
Etika, ilmu tentang moral, tugas, nilai, dan kebajikan pada setiap manusia yang saling berkaitan satu sama lain
Prinsip etika, skema konsep yang sangat umum yang meliputi jarak antara moral, nilai, dan kebajikan dimana moral sangat penting tersebut berasal.
 4-1-2013 1-27-49 PM
KOMITMEN MORAL DAN DISIPLIN ETIKA
Dalam percakapan sehari-hari kita tidak membuat perbedaan antara “moral dan etika”, “Kewajiban moral”, “Tugas Etika”, dan “Kode Etik”. Moral menentukan tingkah laku, memberi tahu kita untuk mengikuti aturan dan memanggil perhatian kita untuk komitmen pada pokok dimana kita hidup di kehidupan nyata. Moral menjelaskan kita untuk tidak mencuri, ataupun tergoda untuk melakukan tindakan tersebut. Etika adalah disiplin ilmu  yang paling utama yang menentukan tingkah laku, merefleksikan, membandingkan dan menganalisis aturan dengan menghubungkan hubungan logika antara prinsip dasar dan komitmen moral yang memandu kita. Etika didapat dari menghormati barang miik orang lain yang nantinya akan mengatur kita untuk tidak mengambil barang orang lain tanpa seijin orang tersebut, etika menjelaskan kondisi dimana prinsip yang gagal atau dapat di tolak. Kita dapat hidup bermoral tanpa harus mengetahui etika, tapi kita tidak dapat menjelaskan moralitas kehidupan kita, membelanya, mengambilnya ke dalam konteks sejarah, tanpa peralatan pendidikan. Etika menyediakan peralatan itu.
Moralitas adalah prasyarat untuk etika dalam dua cara. Pertama, moralitas merupakan cara singkat untuk mengatur seluruh transaksi satu dengan yang lain sebagai subjek masalah etika, hanya transaksi dengan dunia fisik dari subjek ilmu pengetahuan. Kedua, etika merupakan suatu aktivitas yang memerlukan komitmen moral. Kita tidak dapat melakukan sesuatu dengan baik tanpa komitmen moral untuk seuatu yang baik atau apapun untuk jangka waktu yang lama tanpa ketekunan dari nilai moral. Selain itu dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat bertindak atas dasar prasangka ataupun dugaan hanya karena kita memiliki kemampuan untuk melakukannya. PRINSIP ETIKA
Manusia dan alam manusia sangat kompleks dan tidak pernah berhenti. Manusia secara universal belum dikenali  oleh  orang lain dari spesies, dan preferensi mereka sangat umum diprediksi. jadi jika kita menghindari kompleksitas batas luar dari potensi manusia hal itu akan sangat mungkin untuk dikatakan cukup tentang fundamental dari moralitas manusia yang diperoleh dari kebenaran tentang manusia itu sendiri
Beberapa fakta yang telah diamati tentang manusia yang menentukan struktur dari moral kita antara lain:
  • Manusia sebagai makhluk individu
Orang adalah hewan. mereka memiliki tubuh. mereka peduli, mereka ada di ruang dan waktu dan tunduk pada hukum-hukum fisika. Badan –badan mereka melakukan proses organik. Mereka mengalami rasa sakit, kekurangan, dan bahaya. Orang –orang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup antara lain mereka membutuhkan makan, minumanm dan perlindungan dari musuh alami.
  • Manusia sebagai makhluk Sosial
hewan sosial hidup teratur dalam kelompok besar anak-anak mereka sendiri, individu yang dibesarkan terpisah dari kelompok tersebut.  Orang dengan hidup secara berkelompok biasanya mereka akan memecahkan masalah yang ada dengan bersama-sama. mereka akan segera menemukan bahwa kebutuhan ini menyelesaikan suatu  masalah, mereka harus mengatasinya dengan lingkungan sosial serta tidak jarang mereka menggunakan fisik mereka untuk menyelesaikan masalah yang ada .Lingkungan sosial menghasilkan dua kebutuhan lebih lanjut: struktur sosial digunakan untuk mengkoordinasikan upaya sosial, dan sarana komunikasi yang memadai untuk koordinasai dalam tugas kompleks tersebut. Sedangkan untuk kebutuhan untuk komunikasi dipenuhi oleh evolusi bahasa
  • Manusia sebagai makhluk rasional
Manusia dewasa harus dapat mendapatkan konsep abstrak dalam menggunakan bahasa, dan berfikir dalam bentuk dari berbagai kategori, kelas, dan aturan. Orang yang rasional mereka akan dapat membuat pilihan yang rasional. Ketika orang berfikir tentang aksi, maka mereka akan berfikir dalam hal tindakan grup ataupun individu. rasionalitas adalah implikasi dari etika dan ini merupakan karakteristik yang membedakan manusia dari hewan lain. Selain itu kita memiliki kewajiban untuk menghormati manusia dan itu merupakan  pilihan ini yang harus kita hormati
  • Kondisi manusia
Kondisi manusia yang mamiliki akal merupakan dasar filosofi dari manusia sebagai mahluk rasional. Manusia merupakan mahluk yang paling mampu merefleksikan atau menunjukan perasaan ( suka/duka ) baik secara fisik maupun psikologis dibandingkan mahluk lain. Secara rasional, Manusia memiliki rasa hormat dan martabat(harga diri). Rasa hormat itulah yang membuat manusia dapat memilih pilihan masing masing, mengembangkan sifat moral, dan hidup dalam kebebasan. Berdasarkan sifat manusi sebagai mahluk sosial maka manusia dihadapkan pada konsisi dimana mereka harus berbagi sehingga manusia dapat membangun keadilan yang tertata dalam struktur politik dan hukum yang terkonsep meliputi : kesejahteraan manusia, keadilan manusia, dan matabat manusia. Untuk melindungi kesejahteraan maka butuh membatasi kemerdekaan individu, untuk mempertahankan kesetaraan perlu menciptakan skema sistem yang sesuai (pajak progressive, semakin kaya semakin besar pajak). Untuk melayani kepenting umum (komunitas) maka harus mengorbankan kepentingan sekelompok orang.
  • Imperative (Perintah – Larangan) Dasar
Konflik merupakan fundamental terbentuknya etika. Terdapat 2 cara untuk munculnya suatu konflik/pertentangan yaitu:
Konflik Nilai : Nilai adalah kondisi yang paling diinginkan sehingga pertentangan akan muncul apabila terdapat perbedaan keinginan (nilai) yang satu sama lain saling bersikukuh.
Konflik Imperatif : Imperatif adalah deskripsi dari perintah atau larangan sehingga sering ditemui konflik etika terjadi sebab apa yang sudah diperintahkan atau dilarang itu dilangar. Imperative tersebut berupa perintah yang bersumber : hukum, nabi, agama, orang tua
 larangan_dan_pantangan_seorang_penghulu-1399490136-941-e
  • Berpusat Pada Kesejahteraan
 Karena manusia dapat merasakan penderitaan maka manusia menginginkan hidup bahagia, aman, nyaman, tentram dan terbebas dari luka (sejahtera). Sehingga manusia juga harus mengerti tanggungjawabnya untuk saling melindungi, mengatur diri dalam bertindak dan tindakan tersebut disebut kemurahan hati manusia dalam kaitannya kesejahteraan. Imperative untuk melindungi kesejahteraan dibagi menjadi 4:
Do no Harm (Jangan Merusak/Jangan Berbuat sesuatu yang berbahaya)
Prevent Harm (Hindarilah Bahaya)
Remedy Harm ( Perbaiki Sesuatu yang Rusak/Berbahaya)
Do Good (Berbuat Kebaikan)
  • Berpusat Pada Keadilan
Keadilan muncul karena manusia harus hidup dan tinggal bersama manusia lain. Keadilan berarti kesetaraan perlakuan, kewajaran, aturan hukum, percaya dan dipercayai, kejujuran dalam perkataan dan perbuatan. Keadilan dimaksudkan untuk manusia sadar akan ketergantungan manusia dengan manusia lain dan manusia akan bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat. Prinsip imperative dalam keadilan:
Obey the Law (Taati Peraturan)
Treat all group alike (Kesetaraan perlakuan)
Act affirmately (Tegas Demi Hukum)
Recognize merit ( Berjiwa Apresiasi )
  • Berpusat pada Martabat
Etika dalam konteks martabat artinya manusia harus menghormati martabat orang lain misalnya: dalam hal kebebasan berpendapat, menjaga privasi masing masing. Manusia harus menyadari potensi tindakan yang melanggar moral dan harus pertanggung jawab  atas tindakan moral yang dilakukan. Prinsip Inperative dalam Martabat :
Tell the truth (Jujur demi Kebenaran)
Celebrate ( Menghargai perbedaan antar sesama)
Jelasnya imperative merupakan pilihan. Bisa ditaati bisa juga dilanggar, Tetapi yang paling jelas imperative merupakan wejangan wejangan yang bersifat independen untuk menjaga  dan melindungi manusia dan kemanusiaan.

3351bf708c548028eb9f2ad548ff5950Kasus Penangkapan Ikan di New ENgland

Pada suatu industri perikanan di new england selalu ingin menigkatkan hasil produksinya dari tahun ke tahun. Pada awalnya penangkapan ikan menggunakan cara yang tradisional yang dilakukan nelayan di kapal. Hasil yang didapat memang sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar. Dengan kemajuan tekhnologi maka diciptakan alat untuk menangkap ikan agar hasil yang didapatkan bisa lebih banyak dari tahun sebelumnya. Benar saja, setelah menggunakan alat yang canggih dan terbaru maka perolehan ikan dalam industri inipun meningkat secara drastis.

Dibalik adanya peningkatan pendapatan ikan yang sangat banyak timbul berbagai masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini. Pertama, banyaknya ikan yang terambil maka akan merusak reproduksi dari ikan tersebut. Ikan yang harusnya berkembang biak untuk memperbanyak keturunan mereka, sudah terambil untuk dikonsumsi oleh perusahaan. Kedua, kehidupan dalam akan terganggu karena populasi ikan yang berkurang. Laut akan menjadi dangkal karena banyak sampah. Ketiga, yang paling buruk adalah karena jaring penangkap ikan akan merusak dasar laut, merusak telur-telur ikan yang kebanyakan disembunyikan di karang, dan mengganggu sarang ikan dengan merusak makanan mereka.

Pemerintah harusnya membuat peraturan yang nantinya akan dipatuhi oleh perusahaan perikanan yang di dalamnya memberikan solusi baik untuk pihak perusahaan maupun bagi keselamatan kehidupan laut.

Kronologi:normal_0003

  • Tahun 1900 : Penangkapan ikan dilakukan di sekitar Pasar ikan, Kapal Layar Kecil. Hasil laut yang diperoleh sekitar 2,6 juta ton pertahun dari wilayah perairan George Bank dan sekitar Atlatntik Utara)

 

index

  • Tahun 1950 : Penangkapan menggunakan kapal bermesin uap. Hasi laut 7,3 juta ton per tahun, 40% Ikan Besar
  • Tahun 1975 : Kapal Mesin Uap diganti dengan Kapal Motor (diesel) dengan jelajah yang lebih luas dan kapasitas lebih besar. Hasil laut 15,1 juta 552da5385a661ton per Tahun, 30% spesies ikan komersial.
  • Tahun 1999 : Penggunaan Pukat Harimau, dapat menjaring ikan seluas ¼ mil. Hasil laut yang diperoleh hanya 12,4 juta per tahun, 30% spesies ikan besar. Populasi ikan besar di Samudra Atlantik menurun 15 % jika dibandingkan populasi pada Tahun 1900
  • indexEksploitasi hasil yang kian meningkat hingga 2 kali lipat dari 13,5 juta naik hinggat 25,5 juta ton. Namun dibalik meningkatnya eksploitasi tadi diperoleh fakta bahwa pendapat masing masing nelayan mengalami penurunan yaiti sejak 1900 hingga 1993 mencapai 30 juta dollar.

Pada kasus ini , industri perikanan dan kelautan memandang lingkungan mereka hanya sebagai sumberdaya ekonomi dimana seorang nelayan bergantung pada ikan sebagai bahan makanan sehingga mereka berpikir harus mendapatkannya sebanyak banyaknya selagi masih tersisa. Tentunya pemikiran tersebut tidak tepat.

Untuk mengambil kesimpulan pada kasus ini dilihat dari 2 sudut pandang.

  • Proses Alam, Populasi Ikan tumbuh berkembang secara alamiah mulai dari ikan dewasa bertelur, telur menetas, ikan bertahan hidup, ikan dewasa dan kembali berkembangbiak secara alami. Hal ini dapat mendukung argumen bahwa proses alam merupakan bukanlah alasan turunya populasi ikan
  • Insentif (Dorongan) Manusia, Eksploitasi Hasil Laut dalam rangka memenuhi pangsa pasar menrupakan salah satu pendorong masalah dalam kasus ini dengan didukung dengan adopsi teknologi yang berkembang. Namun yang disayangkan adalah teknologi tersebut tidak kompatible terhadap pelestarian perikanan.

Bebarapa hal yang menjurus pada pelanggaran etika dalam kasus ini adalah

  • Terlalu Banyak Ikan Ditangkap
  • Dalam aktivitas menjaring ikan tidak ada metode untuk menyortir ikan sehingga semua mahluk hidup dilaut dapat terjaring dan sayangnya para nelayan akan membuang begitu saja ikan-ikan yang menurut mereka tidak layak dalam kondisi ikan tersebut sudah mati.
  • Nelayan Menjaring ikan pada perairan dalam laut sehingga telur dan populasi ikan muda serta ekosistem perairan dalam menjadi kacau.

Beberapa alternatif untuk mencegah pasar mendorong eksploitasi perikanan laut :

  • Subsidi Pemerintah pada para nelayan (15 Milyar dolar untuk menekan peredaran ikan senilai 55 Miylar dolar)
  • Pembuatan UU Ekonomi yang mengatur perikanan laut. Masih banyak penolakan dari para nelayan dengan dalih jika membatasi penangkapan ikan maka para nelayan akan bertambah miskin dan bangkrut. Padahal menurut Garrett Hardin, masalah penangkapan ikan ini terjadi karena kurangnya manajemen sumberdaya yang dimiliki para nelayan sehingga nelayan hanya tahu bahwa ikan Cuma ada di laut dan silahkan diambil sesuka hati. Belum terpikirkan dari para nelayan untuk budi daya ikan laut.

Dari 2 alternativ tadi pemerintah dihadapkan pada 2 kondisi yaitu

  • Kaum mayoritas yang berkepentingan dalam industri ikan laut akan menolak diadakannya arrangement karena secara kasat kepentingan para individu nelayan dikorbankan namun manfaat lingkungan (pulinya pelestarian ikan dan ekosistem) tidak dapat dirasakan secara langsung.
  • Standar kebebasan menangkap ikan ( limit kuota penangkapan ikan) secara umum mendorong para nelayan melakukan kecurangan untuk memperoleh keuntungan yang berlimpah karena pemerintah tidak bisa mengawasi seluruh proses penangkapan ikan yang dilakukan nelayan.

Dari 2 kondisi diatas maka cara yang paling instan untuk dilakukan pemerintah adalah Departemen Pelayanan Perencanaan Pengelolaan Ground Fish Kelautan dan Perikanan Nasional harus mampu mendatangi target pemilik kapal secara individu dan membuat pemilik kapal untuk menulis pernyataan untuk tidak menangkap ikan secara berlebihan. Pada 7 tahun pemerintah New ENgland telah berhasil memenuhi target populasi ikan cod agar tetap aman dan lestari. Hal ini menjadi harapan baik untuk mengakhiri eksploitasi ikan laut dan ikan perairan dangkal, menjaga populasi ground fish, melindungi habitat ikan.

Peraturan Pemerintah dan perjanjian internasional untuk mengatasi Overfishing dilakukan dalam upaya mengatasi over fishing. Namun sistem pembatasan atau kuota masih mengalami ketidakstabilan. Maslah lain timbul ketika para pihak yang berkepentingan dalam indutri perikanan memiliki kekuatan politik maka ketika terjadi pelanggaran maka akan sulit untuk dikanakan sanksi. Namun Kabar baiknya adalah sekarang nalayan sudah ada yang mendesain agar jaring yang mereka gunakan untuk menangkap ikan memiliki celah untuk ikan ikan tertentu dapat terbebas dari jaring.

Leave a Reply

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE